Video hoaks covid India memberikan dampak yang sangat besar merusak sehingga kelompok tertentu harus menelan pil pahit karena menjadi korban. Sementara itu, pemberitaan resmi dan terpercaya dari sumber resmi pun malah tertutupi oleh gaung berita hoaks yang lebih viral dan membuat gempar warga India dan salah satu ini juga pernah terjadi kisah hoaks akan kemenangan seorang pria bermain bandar qq 99 dan memenangkan banyak uang.
Akibat dari maraknya keberadaan video hoaks di India, menjadikannya sebuah masalah baru atas pandemi covid di negara penemu yoga itu. Kesalah pahaman informasi juga turut menyumbang dampak buruk pada sejumlah kaum khususnya mereka yang memiliki identitas sebagai minoritas, salah satunya pedagang unggas.
Industri seputar daging hewani ayam kini merugi dengan nilai sekitar lebih dari Rp25 triliun sehingga pengusaha mulai menjerit kepada pemerintah. Jurnalis BBC menjadi tertarik melihat fenomena lokal ini sehingga berusaha meliput kebenaran yang tersembunyi dan sebenarnya terjadi pada negara Bollywod tersebut.
Rupanya, selain video bentrok antara tentara India dengan tentara China ternyata ada topik lain yang jauh lebih menyeramkan untuk dibahas di kota Mumbai. Selama berlangsungnya wabah covid, isu mengenai religi adalah salah satu yang paling cepat membakar emosi netizen khususnya negara India itu sendiri.
Dari seribu lima ratus sampel data, warga dunia maya lebih menyukai mencari info tentang virus corona hingga mendominasi pada angka mendekati 60%. Beberapa topik turunan kegemaran warga India yaitu kekeliruan metode penyembuhan covid, gosip akan terjadinya lock down, sampai teori liar mengenai asal mula outbreak.
Video Hoaks Covid India Menyasar Umat Muslim Minoritas
Video hoaks covid India ternyata bertujuan ingin menyengsarakan umat muslim yang jumlahnya hanya sebagian kecil sehingga sering tertindas. Maklum, kebanyakan penduduk India lebih memilih memeluk agama Hindu dan terbukti dari jumlah populasinya yang melebihi angka 80% sehingga agama lain nyaris tak terdengar gaungnya.
Hoaks yang secara sengaja ingin menindas umat muslim meningkat bertepatan dengan masuknya corona ke India. Pemicunya yaitu adalah penemuan kasus pasien positif covid setelah mengikuti shalat berjamaah di kota New Delhi.
Semenjak kejadian tersebut, hoaks terhadap penganut islam semakin liar dan berkembang menjadi malapetaka seraya viralnya video palsu. Imbasnya, pedagang yang beragama muslim terancam kehilangan mata pencahariannya karena mayoritas warga ingin memboikot usaha mereka tanpa melewati tahap penyelidikan terlebih dahulu.
Alhasil para pedagang muslim tersebut banyak yang beralih profesi menjadi para penjudi poker online untuk dapat menghasilkan pundi-pundi pemasukan setiap harinya.
Salah satu video hoaks yang dipakai untuk menuduh umat muslim adalah mengenai insiden seseorang meludahi roti sebelum disajikan ke konsumen. Dalam narasinya, dikatakan bahwa orang tersebut merupakan penganut islam sehingga penggiringan opini pun mulai terjadi seraya men-generalisir keadaan.
Imran, salah seorang penduduk muslim di India berujar, bahwasanya setelah tersebarnya video itu maka ia menjadi takut berjualan di pasar. Imran sehari – harinya berjualan sayur mentah yang ia jajakan secara berkeliling dari desa ke desa selama belasan tahun lamanya tanpa mengenal kata lelah.
Ujaran Kebencian Berimbas Pemboikotan Tukang Daging
Video hoaks covid India semakin bertambah liar manakala terdapat narasi yang menyatakan bahwa makan sayur bermanfaat untuk menolak virus corona. Akibatnya, warga berbondong – bondong memborong sayuran dan enggan memakan daging karena berpikir ingin meningkatkan imunitas tubuhnya.
Pemerintah pusat di India menjadi kewalahan karena pasokan daging menjadi mubazir dan pasar pincang sebelah karena berfokus pada sayuran saja. Industri daging ayam harus menahan kerugian hingga Rp25 triliun banyaknya hanya karena ulah video editan kasar yang ditambahkan bumbu seperti suara dramatis maupun efek suara tertentu.
Untuk sekedar informasi, daging ayam merupakan tulang punggung utama industri daging potong di India secara garis besar. Masyarakat Hindu sudah pasti menghindari makan daging sapi karena dianggap sebagai binatang suci dalam kepercayaan umat Hindu, sementara umat muslim mengharamkan makan babi.
Artinya, dari sekian banyak jenis daging terfavorit di seluruh dunia hanya tersisa ayam saja sebagai pilihannya. Kondisi ini menyebabkan pasar industri daging India menjadi monoton dan berbahaya mengalami kerontokan apabila tertimpa masalah karena minimnya keberagaman varian.
Para pedagang bersaksi bahwa penjualan mereka hancur lebur hingga 80% jumlahnya, semuanya karena tersebar video berkata bahwa ayam adalah pembawa virus. Mereka sampai mesti membagikan ayam secara gratis karena masyarakat tidak ingin membelinya sehingga stok akan menjadi busuk apabila tidak segera dikonsumsi.